Oleh : Kuwat

Pendahuluan

Puisi merupakan genre sastra yang khas. Penanda kekhasan puisi diantaranya padat kata, padat makna, bermakna ganda, berrima, berirama dan bermajas atau bergaya bahasa. Kekhasan puisi tersebut menjadikan puisi sebagai genre sastra yang unik. Dalam Standar Isi untuk SMP, menulis puisi merupakan kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa. Pencapaian kompetensi menulis puisi bukan hal yang mudah. Menentukan pilihan kata yang indah, pilihan kata padat makna, pilihan kata bermajas, dan pilihan kata yang bisa menimbulkan efek  bunyi adalah sebuah problematika dalam pembelajaran menulis puisi. Untuk itu, guru dituntut mampu merancang model pembelajaran yang bisa membantu siswa mencapai kompetensi tersebut. Pada tulisan ini saya akan menguraikan model sederhana dalam pembelajaran menulis puisi, yaitu pembelajaran menulis puisi dengan beriur kata.

Teknik Beriur Kata dalam Pembelajaran Menulis Puisi

Dalam pembelajaran, teknik bisa diartikan sebagai kiat atau cara yang dipilih guru untuk membantu siswa menguasai kompetensi. Teknik beriur kata terilhami dari relitas yang ada pada masyarakat, seperti jimpitan dan arisan. Ternyata keduanya itu mampu membangun kebersamaan dan mampu membuat hal yang sulit menjadi mudah. Teknik beriur kata dalam tulisan ini konkritnya adalah siswa dikondisikan untuk berpartisipasi dalam kelompok kecil atau kelompo besar dengan cara mengiur/menyumbang kata berdasarkan ketentuan yang disepakati bersama. Kata-kata yang terkumpul digunakan sebagai bahan dasar pembelajaran menulis puisi.

Implementasi Teknik Beriur Kata dalam Pembelajaran Menulis Puisi

Model pembelajaran ini sangat sederhana. Pembelajaran menulis puisi dengan model beriur kata melalui tiga tahapan sebagaimana pembelajaran pada umumnya, yaitu pendahuluan, inti, dan penutup.

1. Kegiatan Pendahuluan

    Kegiatan pendahuluan harus betul-betul dimanfaatkan oleh guru untuk menimbulkan motivasi pada siswa bahwa menulis puisi itu tidak sulit. Untuk itu guru harus bisa memanfaatkan sumber belajar yang tepat. Saya memberikan alternatif contoh, pada bagian pendahuluan ini guru menyajikan  lirik lagu, misal lirik lagu ciptaan Ebit G Ade. Pemilihan lirik lagu ciptaan Ebit bukan tanpa pertimbangan. Pilihan katanya sangat indah, lekat dengan alam, dan maknanya mendalam. Pilihlah lirik lagu yang paling sesuai dengan lingkungan siswa kemudian dinyanyikan bersama-sama. Lebih baik lagi bila diiringi musik.

    Setelah lirik lagu terpilih dinyanyikan bersama, guru mengaitkan lirik lagu tersebut dengan puisi. Guru menggali skemata siswa tetang puisi lalu menguatkan bahwa lirik lagu juga sebuah puisi. Dengan langkah-langkah tersebut guru telah mendekatkan siswa pada puisi melalui lirik lagu.

    2. Kegiatan Inti

      Pertama, guru dan siswa membuat kesepakatan tentang tema puisi yang akan ditulis. Bila dalam Standar Isi (SI) sudah ditentukan, ikuti tema yang ada di SI,misal keindahan alam. Kemudian siswa diberi penjelasan tentang skenario pembelajaran, yaitu siswa secara kelompok (4-5 orang) beriur kata sebanyak 20 kata.

      Kedua, siswa keluar kelas mengamati keindahan alam disekitar sekolah. Dengan bimbingan guru, secara berkelompok siswa mendiskusikan pilihan kata yang dapat membangun rima, irama, dan padat makna berdasarkan objek pengamatan. Siswa menyeleksi 20 pilihan kata terbaik.

      Ketiga, siswa kembali memasuki kelas ( atau bisa tetap di luar kelas) kemudian tiap-tiap kelompok menuliskan 20 pilihan kata terpilih di papan tulis. Dengan bimbingan guru, para siswa memilah dan memilih pilihan kata yang dapat membangun rima, irama, padat makna dan sesuai objek pengamatan. Pilihan kata yang tidak sesuai dibuang. Guru diharapkan memberikan sumbangan kata.

      Keempat, dengan bimbingan guru tiap-tiap kelompok menulis puisi berdasarkan pilihan kata terpilih dengan penambahan seperlunya. Setelah selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan puisi yang ditulisnya. Setiap kelompok menanggapi puisi kelompok lain.

      Kelima, secara individu siswa menulis puisi bertema keindahan alam berdasarkan objek yang diamati.

      3. Penutup

        Guru merefleksi kegiatan pembelajaran menulis puisi dengan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran yang telah berlangsung, seperti suasananya, penerimaan siswa, menarik tidaknya dan lainnya.

        Simpulan

        Penerapan teknik beriur kata dalam pembelajaran menulis puisi bisa dijadikan alternatif solusi untuk membantu kesulitan siswa dalam menulis puisi bebas. Model pembelajaran ini tidak cocok diterapkan dalam pembelajaran menulis pantun karena pantun terikat pakem.Berdasarkan pengalaman saya membelajarkan menulis puisi dengan teknik beriur kata, memperlihatkan hasil sebagai berikut:

        1. Kesulitan anak dalam menentukan kata-kata sebagai bahan penulisan puisi teratasi dengan teknik beriur kata.
        2. Siswa mendapatkan pemahaman tentang pilihan kata yang mampu membangun rima, irama, dan padat makna dari konteks nyata bukan pemahaman teori semata.
        3. Siswa mampu menulis puisi dalam batas waktu yang tersedia.
        4. Mampu menimbulkan kesan bahwa menulis puisi tidak terlalu sulit.

        Selain hal-hal positif di atas, model pembelajaran menulis puisi dengan teknik beriur kata menghasilkan puisi yang kurang bervariasi dan cenderung sama polanya.

        Tinggalkan Balasan

        Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

        Logo WordPress.com

        You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

        Gambar Twitter

        You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

        Foto Facebook

        You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

        Foto Google+

        You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

        Connecting to %s